Strategi Jasa Marga Memacu Konektivitas Melalui Anggaran Belanja Belasan Triliun Rupiah

Jumat, 20 Februari 2026 | 09:31:49 WIB
Strategi Jasa Marga Memacu Konektivitas Melalui Anggaran Belanja Belasan Triliun Rupiah

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) tengah bersiap tancap gas dalam memperkuat infrastruktur jalan tol di tanah air pada tahun 2026.

Sebagai pemain utama dalam industri jalan tol, emiten berkode saham JSMR ini telah mengalokasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) yang cukup fantastis, yakni mencapai Rp 12 triliun.

Langkah strategis ini diambil guna memastikan pengerjaan sejumlah proyek jalan tol baru tetap berjalan sesuai target dan dapat segera dinikmati oleh masyarakat luas.

Penyediaan anggaran yang besar ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung konektivitas nasional, khususnya di Pulau Jawa.

Fokus pembangunan tidak hanya sekadar menambah panjang jalan, tetapi juga memastikan setiap ruas memiliki nilai ekonomi dan efisiensi yang tinggi bagi para pengguna jalan.

Rincian Alokasi Dana untuk Pembangunan Infrastruktur Strategis

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa besaran anggaran belanja modal tahun 2026 ini akan sangat bergantung pada dinamika di lapangan. Menurutnya, dana tersebut dialokasikan secara spesifik untuk membiayai kelanjutan konstruksi pada beberapa titik krusial.

"Dengan proyek konstruksi yang sedang berjalan, besaran anggaran capex tahun 2026 yaitu sekitar 10-12 triliun menyesuaikan dengan progres konstruksi dari masing-masing jalan tol yang telah disebutkan sebelumnya," kata Rivan.

Angka Rp 12 triliun tersebut merupakan batas atas dari perkiraan belanja modal tahunan yang ditetapkan manajemen. Jika menilik data historis, penggunaan dana investasi perusahaan memang cukup agresif namun tetap terukur.

Sebagai catatan, hingga September 2025 saja, JSMR tercatat sudah menyerap capex sebesar Rp 9,09 triliun yang digunakan untuk keperluan investasi sekaligus operasional perusahaan.

Daftar Lima Proyek Besar yang Menjadi Fokus Utama

Saat ini, Jasa Marga sedang mengawal lima proyek jalan tol baru yang pengerjaannya dilakukan secara simultan. Proyek-proyek ini tersebar di lokasi-lokasi strategis yang diharapkan dapat memecah kepadatan lalu lintas serta mempercepat waktu tempuh antarwilayah. Kelima proyek tersebut adalah:

Proyek Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi.

Proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen.

Proyek Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo.

Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan.

Proyek Jalan Tol Akses Patimban.

Manajemen menargetkan bahwa pengoperasian ruas-ruas tol ini akan dilakukan secara bertahap hingga penghujung tahun 2026. Salah satu yang paling dinanti adalah operasional jalur fungsional Tol Probolinggo-Banyuwangi, khususnya pada Seksi Probolinggo-Besuki sepanjang 49,68 KM. Ruas ini diharapkan sudah bisa digunakan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026, yang menjadi momen krusial bagi mobilitas masyarakat di wilayah timur Pulau Jawa.

Target Penyelesaian Ruas Tol pada Periode Tahun 2026

Berdasarkan paparan publik yang disampaikan perusahaan, terdapat beberapa seksi spesifik yang ditargetkan rampung pada tahun 2026. Berikut adalah detail panjang jalan yang akan diselesaikan:

Probolinggo-Banyuwangi (Phase 1): Sepanjang 49,68 KM.

Jogja-Bawen (Section 1 & 6): Sepanjang 13,78 KM.

Jogja-Solo (Section 1.2B & 2.2B): Sepanjang 14,37 KM.

Jakarta-Cikampek II South (Section II-III): Sepanjang 54,75 KM.

Penyelesaian ruas-ruas di atas diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang dilintasi, serta meningkatkan efisiensi logistik nasional secara keseluruhan.

Strategi Ekspansi yang Selektif dan Terukur di Pulau Jawa

Dalam mengembangkan bisnis konsesi jalan tol, Jasa Marga tidak sekadar melakukan ekspansi tanpa perhitungan.

Terdapat strategi khusus yang diterapkan agar pertumbuhan perusahaan tetap sehat secara finansial. Fokus utama JSMR saat ini adalah tetap terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Perusahaan memilih untuk lebih selektif dalam mengakuisisi proyek jalan tol baru. Kriterianya adalah proyek tersebut harus memiliki lokasi yang strategis di Pulau Jawa dan harus terhubung secara langsung dengan jaringan jalan tol yang sudah ada sebelumnya (existing).

Melalui pendekatan ini, Jasa Marga berupaya menciptakan jaringan jalan tol yang lebih luas serta meningkatkan konektivitas dalam portofolio yang mereka miliki.

Selain itu, manajemen menerapkan prinsip pembangunan bertahap. Hal ini dilakukan agar setiap investasi yang dikeluarkan senantiasa selaras dengan kemampuan keuangan perusahaan, sehingga risiko finansial dapat diminimalisir.

Dinamika Pasar Saham dan Kondisi Terkini Emiten JSMR

Di sisi pasar modal, pergerakan saham JSMR turut menjadi perhatian para investor. Pada perdagangan hari Kamis (19 Februari), harga saham JSMR tercatat mengalami pelemahan tipis sebesar 0,53%, ditutup pada level Rp 3.780 per lembar saham.

Meskipun terjadi fluktuasi jangka pendek, fundamental perusahaan yang didukung oleh proyek-proyek strategis jangka panjang tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaku pasar.

Dengan persiapan anggaran yang matang dan target pembangunan yang jelas, Jasa Marga optimis dapat terus memimpin industri jalan tol di Indonesia sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan hingga tahun 2026 dan masa-masa mendatang.

Terkini