JAKARTA - Pembangunan infrastruktur jalan tol masih menjadi fokus utama penguatan konektivitas nasional pada tahun 2026. Upaya ini dilakukan untuk memastikan distribusi logistik, mobilitas masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan lebih efisien.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure hingga Rp12 triliun pada tahun 2026. Alokasi dana tersebut difokuskan untuk melanjutkan pembangunan sejumlah ruas tol baru yang saat ini masih dalam tahap konstruksi.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa perusahaan tengah menggarap lima proyek strategis secara paralel. Seluruh proyek tersebut ditargetkan beroperasi bertahap hingga akhir tahun 2026.
Menurutnya, penggelontoran dana investasi dilakukan dengan mempertimbangkan progres pembangunan di lapangan. Penyesuaian ini penting agar pengelolaan keuangan perusahaan tetap sehat sekaligus memastikan proyek berjalan sesuai jadwal.
“Dengan proyek konstruksi yang sedang berjalan, besaran anggaran capex tahun 2026 yaitu sekitar 10–12 triliun menyesuaikan dengan progres konstruksi dari masing-masing jalan tol yang telah disebutkan sebelumnya,” kata Rivan.
Kebijakan belanja modal ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperluas jaringan jalan tol nasional. Langkah tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan transportasi darat yang semakin terintegrasi.
Daftar Proyek Jalan Tol yang Dikebut Hingga 2026
Jasa Marga saat ini mengerjakan lima proyek jalan tol baru yang tersebar di berbagai wilayah strategis. Kehadiran ruas-ruas tersebut dirancang untuk memperkuat konektivitas kawasan industri, pariwisata, dan pelabuhan.
Berikut proyek jalan tol yang sedang dikerjakan:
Proyek Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi
Proyek Jalan Tol Yogyakarta–Bawen
Proyek Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo
Proyek Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan
Proyek Jalan Tol Akses Patimban
Kelima proyek tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan keterhubungan antarwilayah sekaligus mengurangi beban lalu lintas pada jalur eksisting. Infrastruktur baru ini juga diharapkan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Secara khusus, jalur fungsional Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi pada Seksi Probolinggo–Besuki sepanjang 49,68 kilometer ditargetkan segera beroperasi. Ruas ini dipersiapkan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026 di wilayah timur Pulau Jawa.
Pengoperasian jalur fungsional tersebut menjadi langkah taktis untuk mengurai kepadatan lalu lintas musiman. Selain itu, keberadaan ruas baru akan memangkas waktu tempuh perjalanan masyarakat secara signifikan.
Rincian Target Penyelesaian Ruas Tol
Sejumlah seksi jalan tol diproyeksikan selesai secara bertahap sepanjang tahun 2026. Penyelesaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan konstruksi dan kebutuhan operasional di lapangan.
Adapun ruas tol yang ditargetkan selesai meliputi beberapa bagian penting dengan panjang yang bervariasi. Setiap ruas dirancang untuk mendukung konektivitas kawasan strategis dan meningkatkan efisiensi transportasi darat.
Rincian target penyelesaian antara lain:
Probolinggo–Banyuwangi (Phase 1) sepanjang 49,68 kilometer
Jogja–Bawen (Section 1 dan 6) sepanjang 13,78 kilometer
Jogja–Solo (Section 1.2B dan 2.2B) sepanjang 14,37 kilometer
Jakarta–Cikampek II South (Section II–III) sepanjang 54,75 kilometer
Pembangunan ruas-ruas tersebut diharapkan mampu memperkuat jaringan tol yang sudah ada sebelumnya. Integrasi jaringan menjadi kunci agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Manajemen Jasa Marga sebelumnya juga menyampaikan bahwa kebutuhan investasi jalan tol per tahun berada di kisaran Rp10 triliun hingga Rp12 triliun. Hingga September 2025, realisasi capex tercatat mencapai Rp9,09 triliun untuk kebutuhan investasi dan operasional.
Nilai investasi yang konsisten menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan pembangunan infrastruktur. Hal ini sekaligus mencerminkan tingginya kebutuhan pengembangan jaringan transportasi nasional.
Fokus Pengembangan Terpusat di Pulau Jawa
Dalam menjalankan ekspansi bisnis, Jasa Marga menerapkan strategi selektif dalam memilih proyek baru. Perusahaan memprioritaskan pembangunan jalan tol yang berlokasi di Pulau Jawa dan terhubung dengan ruas yang telah beroperasi.
Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan investasi memberikan dampak optimal terhadap jaringan yang sudah ada. Dengan konektivitas yang saling terintegrasi, efisiensi distribusi barang dan jasa dapat meningkat secara signifikan.
Selain itu, perusahaan berupaya menciptakan jaringan jalan tol yang lebih besar dan terkoneksi satu sama lain. Penguatan jaringan ini menjadi bagian dari strategi memperluas portofolio sekaligus meningkatkan nilai tambah aset yang dimiliki.
Jasa Marga juga membangun dan mengoperasikan jalan tol baru secara bertahap. Langkah ini diambil agar pengeluaran investasi tetap selaras dengan kemampuan keuangan perusahaan.
Keseimbangan antara ekspansi dan pengelolaan finansial menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang. Dengan strategi tersebut, perusahaan dapat tetap agresif berkembang tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.
Dampak Ekonomi dan Mobilitas Jadi Pertimbangan Utama
Pembangunan jalan tol bukan hanya berorientasi pada penambahan panjang ruas semata. Infrastruktur ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan melalui peningkatan aksesibilitas.
Konektivitas yang semakin baik akan mempercepat distribusi logistik dan menekan biaya transportasi. Dampaknya dapat dirasakan langsung oleh sektor industri, perdagangan, hingga pariwisata.
Selain manfaat ekonomi, pembangunan tol juga berkontribusi terhadap peningkatan kenyamanan perjalanan masyarakat. Waktu tempuh yang lebih singkat memungkinkan mobilitas harian menjadi lebih produktif.
Pengembangan jaringan tol di Pulau Jawa dinilai strategis karena wilayah ini merupakan pusat aktivitas ekonomi nasional. Oleh sebab itu, optimalisasi infrastruktur di kawasan ini diharapkan memberi efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Investasi besar yang digelontorkan pada tahun 2026 menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur masih menjadi prioritas utama. Jasa Marga menargetkan seluruh proyek berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan publik.
Dengan strategi selektif, integrasi jaringan, dan pengelolaan investasi yang terukur, perusahaan optimistis mampu menyelesaikan target pembangunan tepat waktu. Kehadiran ruas-ruas tol baru diharapkan menjadi fondasi kuat bagi sistem transportasi yang lebih modern, efisien, dan terhubung.